May 27, 2022

KarirCerah

Tempatnya Cari Inspirasi Menarik

Perbedaan Bunga Dan Bagi Hasil Dari Para Ahli Ekonomi

Perbedaan Bunga Dan Bagi Hasil

Perbedaan bunga dan bagi hasil, untuk ada pasti istilah bunga atau hasil sangat akrab khususnya di dunia perbankan. Bunga dan untuk hasil jadi daya magnet tertentu khususnya untuk nasabah agar bisa simpan atau menabungkan uangnya pada instansi keungan. Karena itu tidaklah aneh bila selanjutnya banyak Bank sama-sama berlomba-lomba untuk meningkatkan suku bunga calon nasabah.

Bersamaan dengan perubahan jaman dan memulai tumbuh suburnya instansi keuangan berbasiskan syariah.  Berkaitan dengan bunga dan bagi hasil berkaitan pasti bebeda. Nach dalam kesempatan kali ini penulis akan coba memberitahukan tentang perbedaan bunga dan bagi hasil.

Perbedaan bunga dan bagi hasil

Bunga sebagai harga yang perlu dibayarkan/diterima untuk pinjam/simpan uang sepanjang masa tertentu dan umumnya dipastikan dalam prosentase uang yang dipinjamkan/tersimpan. Sementara untuk hasil ialah hasil (untung/rugi) yang didapat atas satu project yang diongkosi oleh Bank atau peminjam dipisah sesuai ketetapan ikrar yang sudah disetujui bersama.

Secara simpel bunga diartikan sebagai wujud imbal layanan yang bakal diterima oleh nasabah atas utang uang atau tabungan. prosentase dari dasar utang yang dibayar sebagai imbal layanan atau bunga pada suatu masa dan dikenaka dengan istilah suku bunga. Nilai suku bunga akan mengalami ketidaksamaan pada tiap bank perihal ini pula yang bakal memengaruhi tingkat minat beberapa calon nasabah.

Baca Juga :   6 Tips Menjalankan Usaha Kuliner Untuk Pemula Supaya Cepat Berhasil

Tipe suku bunga yang ditawari oleh faksi bank bermacam misalnya suku bunga tetap, di mana suku bunga ini tetap selama saat utang berjalan. Dan yang ke-2 ialah suku bunga mengambang di mana sebagai suku bunga yang berbeda selama saat utang berjalan atau mungkin tidak fleksibel.

Umunya yang dipakai oleh faksi bank ialah gabungan di antara suku bunga tetap dan suku bunga mengambang. Misalnya pada pemberian utang KPR di mana disetujui jika s/d tahun ke-3 suku bunga ialah 8,5% dan bunga untuk tahun setelah itu sejumlah 2% di atas BI rate.

Baca juga : Pengertian Bisnis Menurut Para Ahli Untuk Tambah Pengetahuan

Jenis – Jenis Bunga  Bank

Bunga simpel

Bunga simpel sebagai dari hasil dasar utang, suku bunga per masa, dan lama waktunya waktu utang. Adapun rumusan bunga simpel dihitung dengan C = PBW di mana C sebagai bunga simpel, P ialah dasar utang, B ialah bunga, dan W ialah waktu. Contoh simpelnya ialah :

Baca Juga :   Cara Memasarkan Produk Ke Luar Negeri Secara Online Tanpa Banting Harga

Wino pinjam uang Rp 230.000.000,00 untuk kepentingan beli mobil baru, dengan suku bunga yang ditetapkan ialah sejumlah 9,5% /tahun dan periode utang ialah sepanjang 5 tahun karena itu penghitungan bunga simpelnya ialah

Rp. 230.000.000,00*9,5%*3= Rp. 109.250.000,00

Karena itu bunga simpel untuk utang Wino ialah sejumlah 109.250.000, hingga keseluruhan pembayaran dasar ditambahkan bunga ialah sejumlah 339.250.000,00

Bunga Berbunga

Atau umum dikenali dengan istilah bunga majemuk, sebagai tipe bunga yang nilai dasar utangnya akan berbeda pada tiap akhir masa plus tambahan penghitungan bunga. Misalnya : dasar utang ialah 1.000 dengan bunga 5% /tahun karena itu masa tahun awal dasar utang jadi 1000+1000*5%=1.050. seterusnya pada masa selanjutnya jumlah bunganya ialah 1050+ 1020*5% = 1.102,50 dan demikian selanjutnya.

Sistem Bagi Hasil pada Perbankan Syariah

Dalam pengertian asing, sistem bagi hasil didefinisiakan sebagai keuntungan share atau pada umumnya istilah yang digunakan ialah pembagian laba atau keuntungan. Menurut Para ahli istilah ini dipinjamkan dari istilah yang terkait di antara karyawan dan perusahaaan, di mana bentuk wujud untuk hasil itu mencakup pembagian keuntungan bulan akhir, bonus prestasi dan yang lain.

Baca Juga :   Yuk Bongkar Rahasia Bisnis Game Online Biar Untung Besar Setiap Jam

Dengan begitu, untuk hasil sebagai mekanisme yang mencakup tata langkah pembagian hasil usaha di antara pemilik dana dan pengurus dana. Pembagian usaha ini bisa terjadi di antara bank dengan penyimpan dana, atau di antara bank dengan nasabah yang menerima dana. Wujud produk yang memakai konsep ini ialah mudharabah dan musyarakah.

Secara prinsipal sistem bagi hasil sangat erat hubungannya dengan muamalat yang didasari pada konsep syariah sebagai usaha bank untuk :

  • Memutuskan mekanisme untuk hasil yang bakal dikasih ke warga berkaitan dengan pemakain dan pendayagunaan dana yang diserahkan ke warga.
  • Memutuskan imbalan yang bakal diterima berkenaan dengan pengadaan dana ke warga berbentuk pendanaan bagus di dalam wujud investasi atau modal kerja.
  • Memutuskan imbalan yang terkait dengan aktivitas yang lain dilaksanakan terkait dengan konsep untuk hasil yang dilaksanakan oleh faksi bank.