December 1, 2022

KarirCerah

Tempatnya Cari Inspirasi Menarik

Penyalahgunaan Narkoba Pada Remaja Semakin Meningkat

Penyalahgunaan Narkoba

Remaja merupakan fase perkembangan antara masa kanak – kanak dan dewasa. Perkembangan seseorang pada masa kanak – kanak dan remaja akan membentuk perkembangan seseorang pada masa dewasa. Itu sebabnya jika masa kecil dan remaja rusak karena narkoba, maka masa depan mereka suram atau bahkan hancur. namun juga bisa membuat remaja terdorong untuk penyalahgunaan narkoba. Data menunjukkan bahwa pengguna narkoba terbanyak adalah kelompok usia remaja.

Masalah menjadi lebih serius,Hal ini terbukti dari penggunaan obat – obatan melalui jarum suntik bergantian. Bangsa ini akan kehilangan banyak remaja akibat penyalahgunaan narkoba dan penyebaran HIV/AIDS.

Orang yang kecanduan narkoba dapat mempengaruhi kerja otak dan sering dapat menimbulkan ketergantungan. Akibatnya, kerja otak berubah. Bahkan begitu pula dengan fungsi vital organ lain seperti dengan jantung, peredaran darah, pernafasan, dan lain – lain.

Bahaya Penyalahgunaan Narkoba

Dampak Fisik

  • Gangguan pada sistem saraf (neurologis): kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan saraf tepi.
  • Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular): infeksi akut pada otot jantung, gangguan peredaran darah.
  • Gangguan pada kulit (dermatologis): terkurung, bekas suntikan dan alergi.
  • Gangguan pada paru – paru (pulmonary): penekanan pada fungsi pernapasan, kesulitan untuk bernapas, pergeseran jaringan paru – paru, pengumpulan benda asing yang terhirup.
  • Bisa tertular virus HIV dan AIDS, karena berbagi jarum suntik.

Dampak Psikologis

  • Berpikir dengan tidak normal, merasa cemas, tubuh membutuhkan jumlah tertentu untuk menimbulkan efek yang diinginkan, ketergantungan/selalu untuk membutuhkan obat.

Dampak Sosial Dan Ekonomi

Selalu merugikan masyarakat baik ekonomi, sosial, kesehatan & bahkan juga hukum.

Ciri – Ciri Penyalahguna Narkoba

  • Perubahan fisik dan lingkungan sehari – hari: mengejutkan; penampilan punuk; berbicara tidak jelas; Mata merah; kekurusan dan nyeri tulang.
  • Perubahan psikologis: gelisah, bingung, apatis, imajinatif, dan linglung.
  • Perubahan perilaku sosial: menghindari kontak mata langsung; suka untuk berkelahi; mudah tersinggung; menemukan obat – obatan, jarum suntik di kamar/tas; suka berbohong; suka bolos sekolah; malas belajar, suka untuk mengurung diri di kamar.

Seseorang harus bertanggung jawab atas perilakunya dan tidak boleh menyalahkan orang lain atau keadaan. Tanggung jawab adalah masalah pengambilan keputusan, yang dilakukan dalam penilaian tentang apa yang baik dan buruk. Ada lima faktor utama yang membuat seseorang rentan terhadap narkoba, yaitu:

1. Keyakinan Adiktif

Keyakinan adiktif adalah keyakinan tentang diri anda sendiri, orang lain, dan juga dunia di sekitar Anda. Semua keyakinan ini menentukan kepribadiannya, dan perilakunya sehari – hari. Keyakinan umumnya tidak disadari, seseorang tidak akan mengatakan keyakinan itu kepada dirinya sendiri atau kepada orang lain.

2. Kepribadian Adiktif

Beberapa ciri kepribadian adiktif adalah obsesi diri, kurangnya identitas diri, hidup tanpa tujuan, depresi tersembunyi, ketidakmampuan untuk mengatasi masalah dan kebutuhan akan kepuasan segera.

3. Ketidakmampuan Untuk Mengatasi Masalah

Seseorang yang hidup dalam keluarga dan masyarakat yang adiktif, memiliki sangat sedikit orang yang dapat menjadi contoh bagaimana menghadapi masalah dengan baik dan benar. Di sisi lain, kebanyakan orang lebih suka mencari solusi masalah segera yang dapat segera memuaskan keinginan mereka.

4. Kebutuhan Emosional Yang Tidak Terpenuhi

Unfulfilled Needs yang seharusnya diterima seseorang, yaitu rasa aman, tujuan hidup, dan kegembiraan. Hal ini juga ditambah dengan ketidakmampuan seseorang mengatasi masalah, dan rasa nyaman dalam kecanduan.

5. Kurangnya Dukungan Sosial

Tanpa dukungan sosial yang memadai dari keluarga, sekolah, dan masyarakat, ketidakmampuan menghadapi masalah mengarah pada pencarian solusi terhadap narkoba.

Faktor Penyebab Penyalahgunaan Narkoba

Faktor Penyebab Penyalahgunaan Narkoba

Banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang mulai menyalahgunakan narkoba, yang pada akhirnya dapat menyebabkan ketergantungan. Beberapa faktor penyebab penyalahgunaan narkoba antara lain:

1. Faktor Kepribadian

Beberapa hal yang termasuk dalam faktor pribadi adalah genetik, biologis, pribadi, kesehatan dan gaya hidup yang memiliki pengaruh dalam menentukan seorang remaja terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

Kurangnya Kontrol Diri

Orang yang mencoba menyalahgunakan narkoba biasanya memiliki sedikit pengetahuan tentang narkoba, bahaya yang ditimbulkannya, dan undang-undang yang melarang penyalahgunaan narkoba.

Konflik Individu/Emosional

Tidak stabil Orang yang mengalami konflik akan mengalami frustasi. Individu yang tidak terbiasa memecahkan masalah cenderung menggunakan narkoba karena salah mengira bahwa kecemasan akibat konflik individu dapat dikurangi dengan mengkonsumsi narkoba.

Terbiasa Hidup Bahagia / Mewah

Orang yang terbiasa hidup mewah seringkali berusaha menghindari masalah yang lebih rumit. Biasanya mereka lebih memilih untuk menyelesaikan masalah secara instan, praktis, atau membutuhkan waktu yang singkat sehingga mereka akan memilih cara – cara sederhana yang dapat memberikan kesenangan melalui penyalahgunaan narkoba yang dapat memberikan rasa euforia yang berlebihan.

2. Faktor Keluarga

Kurangnya Kontrol Keluarga

Orang tua terlalu sibuk sehingga jarang memiliki waktu untuk mengontrol anggota keluarga. Anak yang kurang mendapat perhatian dari orang tuanya cenderung mencari perhatian dari luar, biasanya mereka juga mencari kesibukan dengan teman – temannya.

Kurangnya Penerapan Disiplin Dan Tanggung Jawab

Tidak semua penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oleh remaja berawal dari keluarga broken home, semua anak memiliki potensi yang sama untuk terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Penerapan disiplin dan tanggung jawab pada anak akan mengurangi risiko anak terjebak dalam penyalahgunaan narkoba.

3. Faktor Lingkungan

Masyarakat Individualistis

Lingkungan individualistis dalam kehidupan kota besar cenderung kurang peduli dengan orang lain, sehingga setiap orang hanya memikirkan masalahnya sendiri tanpa mempedulikan orang – orang di sekitarnya.

Pengaruh teman sebaya

Pengaruh teman atau kelompok juga berperan sangat penting dalam penggunaan narkoba. Hal ini antara lain disebabkan karena menjadi syarat pemuda untuk diterima oleh anggota kelompok. Grup atau Genk memiliki kebiasaan perilaku yang sama di antara sesama anggota. Maka tidak aneh jika kebiasaan sering kumpul – kumpul ini juga dapat mengarah perilaku yang sama untuk mengkonsumsi narkoba.

4. Faktor Pendidikan

Edukasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba di sekolah juga merupakan bentuk kampanye anti narkoba. Minimnya pengetahuan yang dimiliki siswa tentang bahaya narkoba juga dapat berkontribusi terhadap meluasnya penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.

5. Faktor Komunitas Dan Sosial Komunitas

Faktor – faktor yang termasuk dan mempengaruhi kondisi sosial seorang remaja antara lain hilangnya nilai – nilai dalam keluarga dan suatu hubungan, hilangnya perhatian terhadap masyarakat, dan kesulitan beradaptasi dengan baik (bisa dikatakan merasa seperti orang asing, terasing)

6. Faktor Populasi Rentan

Banyak remaja mulai bereksperimen dengan obat – obatan, seperti obat perangsang jenis amfetamin (termasuk alkohol, tembakau dan obat – obatan yang diminum tanpa resep atau resep dari dokter, serta obat – obatan psikoaktif) yang pada akhirnya menyebabkan berbagai macam masalah.

Akibat Penyalahgunaan Narkoba Bagi Pelajar

Untuk Diri Sendiri

1. Gangguan fungsi otak dan perkembangan normal remaja:

  • Memori sangat mudah untuk dilupakan
  • Perhatian membuat sulit untuk berkonsentrasi
  • Persepsi sehingga memberikan perasaan yang salah.

1. Keracunan, yang timbul karena penggunaan obat – obatan dalam jumlah yang cukup, mempengaruhi tubuh dan perilaku.

2. Overdosis, terjadi karena sudah lama berhenti menggunakannya, kemudian gunakan kembali dengan dosis yang digunakan sebelumnya. Overdosis dapat menyebabkan kematian dengan berhentinya pernapasan atau sirkulasi otak.

3. Gejala putus obat, yaitu gejala saat dosis yang digunakan dikurangi atau dihentikan.

4. Kekambuhan berulang, yaitu ketergantungan yang menyebabkan ngidam (kerinduan akan narkoba) meskipun sudah berhenti menggunakannya. Itu sebabnya pecandu akan berulang kali kambuh.

5. Gangguan perilaku, yaitu sulit untuk dapat mengendalikan diri, mudah tersinggung, menarik diri dari pergaulan, dan hubungan dengan keluarga juga terganggu. Ada perubahan mental, konsentrasi perhatian terganggu, motivasi belajar lemah.

6. Masalah kesehatan, yaitu kerusakan atau gangguan fungsi organ tubuh seperti hati, jantung, paru – paru, ginjal, dan lain – lain,

7. Melonggarnya nilai – nilai, yaitu melonggarnya nilai – nilai kehidupan keagamaan, sosial budaya, seperti seks bebas dengan akibat (penyakit kelamin, kehamilan yang tidak diinginkan). Tata krama hilang. Ia menjadi asosial, egois, dan tidak peduli dengan kepentingan orang lain.

8. Masalah ekonomi dan hukum, yaitu pecandu terlilit hutang, karena berusaha memenuhi kebutuhannya akan narkoba. Dia mencuri uang atau menjual properti pribadi atau keluarga.

Resiko Pemulihan Narkoba

Umumnya pengguna narkoba membutuhkan waktu lama untuk memulihkan kondisi fisik, psikis dan sosialnya. Dalam tahap pemulihan untuk kembali ke kondisi normal, korban harus menjalani program rehabilitasi narkoba.

Membutuhkan banyak uang, waktu, tenaga, kerja keras, disiplin, kemauan yang kuat dan kerjasama antara keluarga dan lembaga/pusat rehabilitasi untuk pemulihan.

Tidak ada jaminan sama sekali bahwa ia tidak akan kambuh/menggunakan lagi, bahkan jika pecandu telah pulih selama beberapa tahun. Pemulihan adalah perjuangan seumur hidup.